Sate Lilit Bali, Ternyata Begini Fakta Tersembunyi dan Keunikannya

Sate Lilit Bali, Ternyata Begini Fakta Tersembunyi dan Keunikannya

Sate lilit Bali tak hanya kental akan budaya Hindu. Selain sate ikan, kuliner yang menjadi perburuan turis saat mengunjungi Bali adalah sate lilit.

Tidak seperti kebanyakan sate pada umumnya, olahan daging yang satu ini justru memiliki cita rasa manis, gurih, dan cukup pedas. Selain itu, Anda tidak memerlukan sambal kacang untuk menyantapnya.

Langsung saja memakan selagi masih hangat. Namun, bila kurang pedas,  tidak ada salahnya jika Anda ingin menikmati sate dengan hidangan lain atau sambal matah khas Bali.

Sate Lilit Bali, Ternyata Begini Fakta Tersembunyi dan Keunikannya
ninjaresep.web.app

Filosofi dan Keunikan Sate Lilit Bali

Bali menawarkan sejuta pesona dalam aspek budaya, wisata, serta kulinernya. Selain ayam betutu, sate lilit sayang apabila Anda lewatkan begitu saja.

Mendengar dari namanya saja sudah unik. Pemberian nama sate lilit bukan tanpa sebab.

Dalam bahasa Bali, lilit memiliki arti membungkus. Jadi, cincangan daging akan dililitkan pada tusuk sate. Uniknya, tusuk sate tersebut berupa sereh, tebu, atau tusuk bambu berbentuk pipih dan lebih lebar.

Makna tersembunyi yang terkandung dalam kuliner lezat ini adalah terletak pada lilitan daging dan tusuk satenya. Lilitan daging menggambarkan masyarakat Bali, sedangkan tusuk sate sebagai sarana pemersatunya.

Bila digabungkan, kira-kira makna kuliner sate lilit ini adalah mengilustrasikan masyarakat Bali yang selalu bersatu dan tidak akan pernah terpecah. Selain filosofi tersembunyi, sate lilit juga memiliki keunikan yang sekaligus menjadi keistimewaannya.

Merupakan Hidangan Sesaji

Sate lilit Bali adalah salah satu hidangan dalam sesaji umat Budha saat menggelar upacara keagamaan, yakni upacara Caru. Masyarakat mengadakan upacara Caru dengan tujuan  untuk menjaga keseimbangan jagat raya.

Selain itu, Caru juga menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan dewa yang umat Hindu percaya sebagai penjaga Pulau Dewata. Namun kini, sate lilit mudah Anda jumpai saat berkunjung ke Pulau Seribu Pura ini.

See also  Kue Khas Betawi Berikut Ini Perlu Anda Coba Ketika Liburan!

Disajikan Dalam Jumlah Ganjil

Sebagai hidangan sesaji, umat Hindu menyajikan sate dalam jumlah ganjil, bisa 3 atau 5 tusuk. Semua sate kemudian dijadikan satu dengan cara diikat, kemudian mereka meletakkannya di antara lawar, yakni sebuah simbol mata angin.

Dulunya Daging Babi

Kuliner khas Klungkung ini dulu berbahan dasar daging babi. Namun seiring berjalannya waktu, pedagang membuat olahan sate dari daging kura-kura, ayam atau sapi. Hal ini memungkinkan para pengunjung Pulau Dewata yang tidak bisa menyantap daging babi tetap bisa menikmati kelezatan sate lilit Bali.

Berwarna Kuning

Seluruh kuliner khas Tanah Air terbuat dari perpaduan bumbu dan rempah sehingga cita rasa yang dihasilkan tiada duanya, termasuk sate lilit. Bumbu dasarnya mengandung kunyit sehingga tampilan satenya cukup khas, yakni berwarna kuning. Begitu melihatnya, pasti buru-buru ingin langsung menyantapnya.

Perpaduan bumbu dalam daging cincangnya bernama megenep. Adapun bumbu tersebut terdiri atas bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, daun jeruk, ketumbar, cabai, dan santan. Jangan lupa cicip juga sambal matah Bali.

Bukti Kejantanan Pria

Saat perayaan upacara agama Hindu besar-besaran, maka jumlah sate yang disajikan banyak. Tidak mungkin perempuan sanggup melakukannya.

Masyarakat percaya jika sate lilit Bali menjadi bukti kejantanan seorang pria. Ini karena seluruh proses pembuatan sate dilakukan oleh para pria. Setidaknya ada 50-100 pria yang menggarap olahan sate lilit. Mulai dari meracik bumbu hingga proses pembakaran sate wajib dilakukan oleh para pria.

Penasaran dengan cita rasa sate lilit Bali? Tanpa pergi ke Bali, Anda juga bisa membuat olahan sate ini. Google luas, dan sudah pasti Anda bisa menemukan resep asli sate lilit dengan mudah. Selamat mencoba.

See also  Makanan Khas Sunda yang Lezat dan Wajib Anda Coba