Rujak Cingur Jawa Timur Membuat Rakyat Makmur dan Misuwur

Posted on

Rujak cingur Jawa Timur merupakan salah satu olahan lokal yang perlu dibanggakan. Mendengar nama makanan khas tersebut pertama yang muncul dalam pikiran adalah makanan khas Jawa Timur, lebih tepatnya adalah Surabaya. Untuk bisa membuat rujak cingur sendiri di rumah mungkin sedikit sulit. Karena memang untuk mendapatkan rasa yang khas dan lezat bumbunya itu hanya bisa didapat dari Jawa Timur saja.

Mungkin sedikit orang yang mempercayai tentang argumen tersebut. Tetapi pada kenyataannya meskipun Anda mengetahui bumbunya apa saja tetapi rasanya itu sudah pasti akan sangat berbeda dengan makanan khas tersebut yang berada di Surabaya. Salah satu bumbu yang harus ada dalam rujak tersebut adalah petis. Kemudian olahan yang harus ada berupa cingur. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan cingur itu sendiri?

Rujak Cingur Jawa Timur
Foto: Istimewa

Sejarah Rujak Cingur Jawa Timur

Ternyata untuk kita bisa mudah mencicipi rujak cingur khas Jawa Timur yang ada sampai saat ini membutuhkan proses atau terdapat sejarahnya. Di mana dulunya makanan ini berasal jauh dari Negara Mesir. Lebih tepatnya dahulu terdapat seorang raja Firaun Hanyokrowati yang bertahta dan berulang tahun. Pada saat itu raja tersebut memanggil seluruh juru masak istana guna menyajikan makanan yang istimewa untuk dirinya karena sedang berulang tahun.

Tapi sangat disayangkan semua masakan yang dicicipi justru tidak ada yang cocok di lidahnya. Tapi hal tersebut bukanlah suatu bencana melainkan malah muncul punggawa kerajaan yang mengatakan terdapat seorang juru masak yang bisa menyajikan masakan terbaik untuk seorang raja.

Juru masak tersebut bernama Abdul Rojak. Ketika Abdul Rojak datang ia membawa makanan dengan bungkus pisang. Setelah dibuka ternyata Raja pun mencicipi makanan tersebut.

See also  7 Rekomendasi Tempat Kuliner Terenak di Solo

Tidak disangka ternyata sang raja suka dengan makanan yang sudah dibungkus daun pisang tersebut. Bahkan beliau memakan dengan lahap sampai keringat bercucuran karena pedas. Karena makanan yang disajikan mampu membuat neraca buas akhirnya Abdul Rojak dihadiahi kapal laut dan sebidang tanah. Bahkan dirinya juga diangkat menjadi juru masak di istana.

Tersebarnya Resep Rujak Cingur Khas Jawa Timur

Meskipun sudah membuat Raja puas dengan makanan yang disajikan. Tapi Abdul Rojak hanya menerima hadiah berupa kapal laut saja. Selain itu semua hadiah dikembalikan. Setelah mendapatkan kapal tersebut dirinya mengembara dan tibalah di Tanjung Perak, Surabaya tepatnya pada masa perdagangan. Kemudian ia menyebarkan resep makanan yang sudah membuat Raja merasa puas.

Awalnya cingur yang digunakan adalah cingur unta. Tapi karena di Surabaya dirinya kesulitan mendapatkan cingur unta alhasil diganti dengan cingur sapi. Selain mengganti cingur tersebut juru masak tersebut juga mengganti beberapa bumbu yang mudah didapatkan ketika berada di Surabaya.

Namun rasanya tetap sedap dan lezat mengenyangkan. Kata rujak itu sendiri berasal dari Juru Masak yaitu rojak. Sedangkan cingur adalah bahan yang digunakan. Jadi seperti itulah kisah lezat dan keberadaan rujak cingur Jawa Timur yang sampai saat ini masih digemari wisatawan luar maupun dalam negeri.